Thursday, August 6, 2009

Untuk Dia Yang Datang Dengan Resah

Maaf, sejenak telah memunggungi mu
Saat kau datang dengan sejumput resah
Bukan inginku sebab kita tak hanya berpusat dalam satu poros
Aku, kamu
Kita berdiri dalam lingkaran-lingkaran yang saling terhubung
Ada kalanya kita dalam satu Lingkaran, namun ada waktu aku harus menyeimbangkan putaran hari


Maaf, bukan inginku
Tapi bumi berotasi dan aku harus turut serta
Agar sempurna siklus dalam lingkaran hidup ku
Namun, tetaplah yakin
Kau telah ada dalam lingkaranku
Tunggulah sejenak, karena siklus yg berputar akan membawa kita pada satu titik yang sama lagi

untukmu:



Friend, maaf kemaren aku lagi ada diskusi. Dan telphonmu begitu sukses menjadi jeda, sejenakbisa mencairkan ketegangan. AKu ingin sekali berlama2 mendengar apa yang akan kau katakan tetapi, sungguh itu bukan waktu yang tepat.

Jadi kujanjikan waktu semalam suntuk sebagai penggantinya tetapi ternyata kamu memilih diam... yah mungkin kecewa, aku tak menyalahkanmu. Dan bila semua terlanjur basi, dan kau anggap tak perlu dibahas lagi, it's ok... karena aku sadar, kadang seseorang butuh sendiri, untuk berdamai dengan sepi dalam hatinya



raksaka, 060809

Wednesday, August 5, 2009

Lethong

L elakoning manungso
E ling ora eling nanging akeh laline
T umrap ati tansah ngugemi kekarepan
H andarbeni, murka sedaya
O,bocah jejuluk toernip
N alika waras tansah nglimpekake
G endeng dadi memedi marang para master

(dedicated to ohm, the real master killer)



Ini sebenarnya hanyalah sebuah 'kelakar' yang spontan terbetik ketika dalam forum ( yang saya aktiv didalamnya) selalu saja diulang2 disebut-sebut kata 'lethong'. Entah apa sebenarnya makna 'lethong' dalam diskusi tersebut yang pasti setiap orang mampu menciptakan makna yang beraneka ragam, sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan kepada siapa kata tersebut ditujukan. Sebuah kelakar yang mulai membosankan, jadi saya memutuskan untuk sedikit menggubahnya agar tidak bosan, hehehe...



Raksaka, 050809

Tuesday, July 28, 2009

Kembang Api

menyitir getir serpihan kembang api,
seharusnya gegap gempita perayaan kemenangan namun :
yang ada hanya tangis dan amarah


Sungguh kebohongan yang begitu indah


Maafkan aku bila menolak semua itu sebab,
Yang kutahu perayaan seperti itu milik kami
Yang kau adopsikan untuk menjebak kami

Sungguh rendah!


Nyalakan kembang api itu,
Rayakan kemenangan tuan lalu
Lemparkan segala arang dan juga sangit mesiu kepada kami


Kami akan tetap menjadi penghuni surga itu
( Amin.... )


Raksaka, 2 dinihari 280709
By three methods we may learn wisdom: First, by reflection, which is noblest; Second, by imitation, which is easiest; and third by experience, which is the bitterest.
-- confucius --

Never regret a day in your life. Good days give you happiness; Bad days give you experiences. Both are essential to life (N.N)