Ternyata...
Memang tak akan pernah mudah :
betapa menjadi karang memerlukan teguh yang angkuh,
sedang aku adalah nyala api!
Sungguh sulit menjadi bumi tenang :
sedang langit hatiku pecah,
dalam cuaca tak menentu
Bumi seharusnya berputar pada porosnya itulah yang kuyakini
Namun rembulanku berungkali tersabit setiap kali purnama
Menyisakan sepotong wajah pucat tersayat
Jatuh di pelataran langit kelam
Ah, betapa hidup berkali menampilkan drama yang sama
Sejarah berulang, lagu-lagu usang yang dimainkan kembali
Aku bosan!
raksaka : 8-13 okt '10
Kata-kata seperti sayap, membawa angan terbang ke langit khayal. Kata-kata seperti pisau, menusuk ulu hati dan melukai, atau kadang serupa mantra layaknya perisai, yang melindungi keyakinan! Kata-kata adalah nyawa yang menghidupkan sajak-sajak yang terlahir dari jiwa-jiwa yang gelisah
Wednesday, October 13, 2010
Monday, September 27, 2010
Cinta Itu Tak Pernah Bisa Kuminta
Rangkaian puisi,
Kata cinta,
Bilur Rindu,
Tak kan cukup untuk mengikatmu : aku tahu itu dengan pasti
Maka aku tak pernah berharap mengikatmu
Bebaslah seperti udara, sayang
Karena itulah kamu..seperti itulah aku mengenalmu
Jangan pernah merasa bersamaku adalah keharusan
Sebab kau tak kan bisa seperti itu
Cinta itu tak pernah bisa kuminta darimu
Cinta itu hanya…. bisa kau berikan
suatu saat, jika kau mengerti…. Bahkan kata tak diperlukan lagi
Biarlah aku menunggu seperti ini,
Bersama ingatanku tentangmu
Tentang debar jantungmu yang sempat terekam
Menjadi musik yang menemani hari-hari panjang tanpamu
Disini, aku menanti
Datanglah padaku jika kau lelah dan tak punya tempat untuk kembali
raksaka nala, siang terik: 27 sept 2010
raksaka nala, siang terik: 27 sept 2010
Monday, September 13, 2010
110910 ( a time to remember)
Aku –kamu : melebur kita,
Sejuta puisi tanpa kata tanpa aksara
Mengecap semua resah yang buncah,
Mengecap semua cemas yang terkemas,
Mengecap semua sayang hingga melayang,
Mengecap tanpa perlu berucap
Rasaku rasamu adalah lautan
Ombak-ombak menari dan palung-palung hati yang paling dalam diselami
Kita-dunia : hati berlagu dalam hening
Selepas waktu itu,
Sebagian jiwamu terus mengikuti kemanapun aku
Dan kutinggalkan sebagian dari diriku untukmu…..
Aku-kamu : melebur kita,
Hati yang saling memanggil namun tak tahu cara untuk menentang dunia
Biarlah,
Asal pijar cahaya itu masih milik kita, dunia tak berarti lagi…. mungkin?
Raksaka, 13 Sept 2010 - jam satu dini hari
Subscribe to:
Posts (Atom)
By three methods we may learn wisdom: First, by reflection, which is noblest; Second, by imitation, which is easiest; and third by experience, which is the bitterest.
-- confucius --
-- confucius --