Monday, August 17, 2009

Bulan Yang Tersabit

Sepotong bulan
Tersabit dari langit sepi
Jatuh dalam pengasingan mimpi purba;
janji dan penantian

Dan…..

Bintang-bintangpun mencatat;
luka yang menerbitkan hujan…!

Magelang, 25’03’06




Puisi ini adalah tulisan lama saya, tercecer entah dimana, belakangan ini saya kepikiran untuk mengumpulkan kembali semua puisi-puisi lama saya, ada yang masih tersimpan di data base, dan ada yang tidak. Yang berhasil saya lacak kembali akan saya tempatkan disini, agar tidak hilang. Beberapa yang tidak terlacak rimbanya akan saya coba ingat lagi, sebuah hal yang sulit mengingat saya menulis begitu saja dan saya sendiri orang yang mudah lupa dengan detil.

Wednesday, August 12, 2009

Carpe Diem

William Shakespeare



O mistress mine, where are you roaming?
O stay and hear! your true-love's coming
That can sing both high and low;
Trip no further, pretty sweeting,
Journey's end in lovers' meeting—
Every wise man's son doth know.

What is love? 'tis not hereafter;
Present mirth hath present laughter;
What's to come is still unsure:
In delay there lies no plenty,—
Then come kiss me, Sweet and twenty,
Youth's a stuff will not endure


source: http://www.poemhunter.com/poem/carpe-diem/

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License

Friday, August 7, 2009

Bunga

Sebab bunga hidup bukanlah terbuat dari plastik
Sewajarnya bila dipenghujung kelopaknya layu,
....lalu gugur dari tangkainya

Bolehlah kita menangis sejenak,
Tapi jangan lama-lama
Jadikan wangi yang pernah kaucium itu sebagai pengingat:
Tanah akan selalu menunggu untuk disemai kembali

Dengan cara seperti itu kita menghargai bunga-bunga
Yang layu demi memupuk tanah : untuk kita yang muda-muda

(sebuah puisi belasungkawa yang tak sampai)


Raksaka Nala 070809



Satu lagi, tokoh budaya , anak bangsa yang dedikasinya
tak perlu dipertanyakan berpulang ke Rahmatullah.
Padanya kita patut mengambil tauladan, kecintaannya pada syair menjadi
Inspirasi banyak orang. Namanya menggema di seantero nusantara, bahkan
ke negeri-negeri jauh. Kontribusinya menjadi harta kekayaan khasanah budaya
yang berhaga. Namun kematian adalah keniscayaan, tak sepatutnya kita menyesalinya.
Seperti yang diungkapkannya pada sajak terakhir yang ditulisnya:
".....
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu
......."

Kematian, sepatutnya disikapi sebagai satu proses, kembalinya manusia
kepada sang Khaliq, sebuah pintu untuk menuju cinta yang maha agung


Untuk W.S Rendra : semoga cintamu disambut oleh Allah, amin...
By three methods we may learn wisdom: First, by reflection, which is noblest; Second, by imitation, which is easiest; and third by experience, which is the bitterest.
-- confucius --

Never regret a day in your life. Good days give you happiness; Bad days give you experiences. Both are essential to life (N.N)